Pertanian Indonesia, 18/11/2025 opini publik targetpemburu.com – Hentikan Eksploitasi terhadap Petani.
Perbedaan harga hasil pertanian di tingkat petani dan harga di pasar kerap kali sangat signifikan, demikian halnya di beberapa daerah di indonesia. Meskipun regulasi telah tersedia, implementasi dan penegasan aturan tersebut sering kali lemah atau bahkan nihil.
Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab diduga sering kali memanfaatkan tingkat pendidikan atau ketidaktahuan para petani sebagai titik kelemahan untuk memainkan harga. Mereka beroperasi secara leluasa tanpa kekhawatiran dan kendala di tengah-tengah masyarakat. Pertanyaannya adalah, di manakah peran para pelayan masyarakat, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat yang digaji dan difasilitasi oleh negara?
Para petani berjuang keras, mencurahkan keringat di ladang di bawah terik matahari, demi memenuhi kebutuhan hidup. Perjuangan ini diperberat oleh himpitan ekonomi dan lilitan utang dari rentenir yang terus membengkak. Namun, pada saat panen, harga yang diperoleh justru jauh dari harapan, anjlok se anjlok-anjloknya bahkan tidak mampu menutupi biaya produksi dan melunasi utang.
Kami menaruh harapan besar pada tindakan nyata dari pemerintah, bukan sekadar wacana, slogan, atau tagline sebuah program yang mengatasnamakan kepentingan dan peningkatan kesejahteraan petani, namun realitas yang terjadi tidaklah semanis wacana atau slogam.
Kami mendambakan agar harga hasil pertanian kami dapat mencapai nilai yang layak, setara dengan hasil produksi perusahaan yang menjual kebutuhan lain yang dibanggakan oleh pemerintah. Kami mempertanyakan, apakah perbedaan perlakuan ini, apakah karena perusahaan tersebut didirikan atau dimiliki oleh pihak-pihak tertentu. Kami memohon agar para petani tidak terus-menerus dijadikan pihak yang dikorbankan sebagai penopang kebijakan stabilitas harga, di mana pemerintah terus berupaya menjaga agar harga hasil pertanian selalu terjangkau, sementara harga produk perusahaan lain tetap tinggi. Apakah pandangan para pejabat terhadap kami, para petani, hanyalah sebatas pekerja tingkat bawah?
Www.targetpemburu.com opini publik










