Tajam & Terpercaya

Takalar Cetak Sejarah, Kabupaten Pertama di Sulsel Terbitkan SK Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
, , , ,

TAKALAR targetpemburu.com – Belum genap sepekan menjabat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, langsung tancap gas merealisasikan visi “Takalar Cepat”. Di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye, Takalar resmi menjadi kabupaten pertama di Sulawesi Selatan yang menerbitkan Surat Keputusan (SK) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Kebijakan strategis yang diterbitkan pada Selasa (05/05/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan bebas dari perundungan (bullying).

Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Pusat. Dalam kegiatan yang digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), jajaran kementerian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)—termasuk asisten menteri dan deputi—turut hadir memberikan dukungan langsung.

Dody Riyan Saputra menegaskan bahwa SK BSAN ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi untuk membangun karakter siswa.

“Alhamdulillah, Takalar memelopori kebijakan ini di Sulawesi Selatan. Ini adalah instruksi langsung dari Bapak Bupati Daeng Manye untuk memastikan tidak ada lagi kekerasan di lingkungan sekolah. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang dirindukan oleh siswa,” ujar Dody, Rabu (06/05/2026).

Penerbitan SK ini juga didukung penuh oleh jajaran internal Pemkab Takalar, yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah dan Kepala Bapperida. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan di Takalar.

Poin Utama Kebijakan BSAN:

  1. Lingkungan Kondusif: Menciptakan ruang belajar yang aman dari ancaman fisik maupun psikis.
  2. Anti-Perundungan: Prosedur tegas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan di sekolah.
  3. Penguatan Karakter: Membangun ekosistem pendidikan yang beretika, bermoral, dan berintegritas.
  4. Suasana Menyenangkan: Mendorong metode pembelajaran yang membuat siswa merasa nyaman dan bahagia.

Menurut Dody, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka-angka akademik, tetapi juga dari kesejahteraan emosional peserta didik.

“Budaya sekolah yang aman adalah tanggung jawab kolektif. Dengan langkah cepat ini, kami optimistis Takalar dapat melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Langkah berani Dinas Pendidikan Takalar ini pun mendapat sambutan hangat dari para Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota lain se-Sulawesi Selatan, yang memandang Takalar sebagai role model dalam percepatan regulasi sekolah ramah anak.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *