Proyek Pembangunan Kopdes MP di Takalar Buruh dan Tukang Keluhkan Pemotongan Upah

Takalar sulawesi selatan 03/02/2026 – Proyek pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, menuai polemik. Para pekerja, baik buruh maupun tukang, mengeluhkan adanya dugaan pemotongan upah harian yang dinilai memanfaatkan situasi saat ini pekerjaan lagi sulit

Seorang sumber yang terlibat dalam pembangunan tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan, mengungkapkan bahwa setiap pekerja mengalami pemotongan gaji sebesar Rp10.000 per hari.

“Gaji kami, baik buruh maupun tukang, dipotong masing-masing sebesar sepuluh ribu rupiah, mau tidak mau kita harus terima dari pada nganggur” ungkap sumber tersebut dengan nada kecewa.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Desa Banggae menyatakan ketidaktahuannya mengenai detail aktivitas teknis pembangunan gedung koperasi tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kades justru balik bertanya kepada wartawan targetpemburu.com terkait mekanisme pemotongan tersebut.

“Saya tidak ada informasi pak. Siapa yang melakukan pemotongan dan untuk apa uang itu dipotong?” tulis Kades Banggae dalam konfirmasinya.

Di sisi lain, Ketua Kopdes Merah Putih Desa Banggae, Sulaeman Laja, tidak memberikan jawaban spesifik mengenai alasan atau dasar hukum adanya potongan gaji pekerja. Ia hanya menyebutkan adanya variasi upah di beberapa lokasi proyek serupa.

“Saya hanya mengetahui ada beberapa Kopdes Merah Putih yang memberikan gaji sebesar Rp90.000 untuk buruh dan Rp110.000 untuk tukang per harinya,” ujar Sulaeman tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai isu pemotongan di wilayahnya.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai ke mana aliran dana potongan tersebut diarahkan. Minimnya informasi ini memicu kecurigaan publik terkait adanya indikasi praktik yang tidak sehat dalam manajemen proyek.

Warga dan para pekerja menuntut adanya transparansi total dari pengelola pembangunan Kopdes Merah Putih Desa Banggae. Publik berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi terbuka agar isu ini tidak menjadi bola liar yang mencederai tujuan awal pembangunan koperasi bagi masyarakat desa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Poto-presiden-indonesia-targatpemburu-koruptor-ASN
presiden-indonesia-targatpemburu.com-antikoruptor-ASN
Logo ikatan wartawan online indonesia-targetpemburu
Media online targetpemburu.com bersama IWOI