Tajam & Terpercaya

Imbas Pembangunan Gedung KDMP, Bahu Jalan Depan Kantor Dinsos Takalar Berubah Menjadi “Pasar Kaget” PKL
, , , ,

Imbas Pembangunan Gedung KDMP, Bahu Jalan Depan Kantor Dinsos Takalar Berubah Menjadi “Pasar Kaget” PKL

TAKALAR Sulawesi selatan – Wajah Jl. Pahlawan No.1, Kelurahan Kalabbirang, khususnya di depan Kantor Dinas Sosial dan RSUD Padjonga Daeng Ngalle (PDNG) Kabupaten Takalar, mengalami perubahan drastis. (02 April 2026)

Area trotoar dan bahu jalan kini dipadati oleh puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL), menciptakan pemandangan layaknya pasar di tengah kawasan perkantoran dan fasilitas kesehatan.

Dampak Pembangunan Gedung KDMP
Kondisi ini merupakan dampak langsung dari proyek pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menempati lokasi berjualan para pedagang sebelumnya.

Kehilangan lapak permanen memaksa puluhan pedagang untuk mencari lokasi alternatif demi menyambung hidup, meski harus menggunakan area publik yang tidak semestinya.

Salah seorang pedagang yang ditemui di lokasi menyatakan bahwa kepindahan mereka ke depan Kantor Dinsos adalah upaya terakhir untuk tetap bisa berdagang.

“Tempat biasa kami berjualan sekarang sedang dibangun KDMP. Akhirnya kami menjual di sini. Awalnya Kepala Dinas Sosial tidak mengizinkan, tapi kami sampaikan bahwa hal ini sudah diketahui dan mendapatkan lampu hijau dari pihak Dandim,” ungkapnya.

Respons Dinas Sosial Kabupaten Takalar
Kepala Dinas Sosial Takalar, Andi Rijal, mengakui bahwa keberadaan pedagang yang sudah berlangsung selama sepekan terakhir membuat suasana kantor tampak semrawut. Namun, ia menekankan adanya dilema kemanusiaan dan ekonomi di balik fenomena ini.

Dalam klarifikasinya, Andi Rijal menyampaikan beberapa poin penting:

  • Ketiadaan Relokasi: Hingga saat ini, belum ada tempat relokasi resmi bagi para pedagang selama proyek KDMP berlangsung.
  • Kebijakan Temporer: Keberadaan PKL di depan kantor dinas dianggap sebagai solusi darurat agar roda ekonomi warga tidak lumpuh total.
  • Koordinasi Lintas Sektor: Pihak Dinsos berkomitmen untuk segera mencari jalan keluar yang lebih tertata.

“Kami memahami para pedagang kehilangan tempat jualan. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan rapat bersama Pemerintah Daerah dan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Dandim Takalar untuk mencari solusi terbaik bagi para pedagang ini,” tegas Andi Rijal.

Sorotan Masyarakat
Masyarakat setempat mulai mengeluhkan kepadatan di area tersebut, mengingat lokasi tersebut merupakan akses vital menuju rumah sakit dan kantor pelayanan publik.

Warga berharap pemerintah daerah segera menyediakan tempat relokasi yang layak sehingga ketertiban kota tetap terjaga tanpa mematikan mata pencaharian para pedagang kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, para pedagang masih terpantau menjalankan aktivitas jual beli di sepanjang bahu jalan sambil menunggu keputusan hasil rapat koordinasi antara Pemda dan pihak terkait.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *