Retorika, Kejujuran dan Keyakinan Menjadi Tumbal Kepentingan

Banggae Sulawesi selatan kabupaten takalar, 10 Januari 2026 – Kebanyakan diantara kita apabila di perhadapkan antara kepentingan dengan tuntutan keyakinan (agama) maka tidak jarang ada yang lolos, sekalipun ahli teori dan retorika atau bahkan ahli kitab sekalipun.

Kita terkadang gagal memahami antara BAIK dan BENAR, padahal BAIK belum tentu BENAR. Melakukan sesuatu yang BENAR terkadang memang tidak mengenakkan mendapat intimidasi dan comoohan serta seakan terlihat bodoh dimata kebanyakan orang bahkan dimata kitapun sendiri.

Bekerja dan berusaha atau berbisnis adalah kewajiban, mencari untung yang besar adalah sesuatu yang baik, namun harus jujur dan benar. Kebanyakan orang akan berkata “jujur mana mungkin mendapat untung besar”, dengan perspektif itulah kebanyakan orang lebih memilih berpihak pada kepentingan dari pada berpihak kepada tuntutan keyakinannya/agama islam, padahal dengan berpihak pada agama islam keuntungan besar sudah pasti dan nyata. Namun semua adalah pilihan maka terimalah hasil dari usahamu.

Dan apabila mereka diberi pilihan perumpamaan yang mudah, diperlihatkan atau diberitahu sebuah wadah besar berisi air kotor yang penuh penyakit dengan wadah kecil yang berisi air bersih penuh kenikmatan dan karuniah maka kemungkinan besar kita akan memilih wadah kecil yang berisi air bersih penuh kenikmatan dan karunia, tapi tidaklah sesimpel itu untuk memperoleh kekayaan dan kenikmatan yang berlimpah atau untuk mengetahui yang mana emas, berlian dan tembaga. Butuh pengetahuan, usaha, kesabaran dan keikhlasan.

Memang tidak ada manusia yang sempurna atau yang tidak memiliki kesalahan, kenapa demikian? agar diantara mereka tidak saling menjelekkan karena sama-sama memiliki keburukan namun mengingatkan bukan berarti mereka sempurna dan tidak harus mengikuti atau mengakui kesalahan yang sama.

Pilih mana, ada atau tidak ada? Meskipun yang ada tidak membuat kita puas, setidaknya membuat kita bahagia dari pada tidak ada, akan membuat kita sengsara. Maka bersabarlah, syukuri dan rawatlah yang ada, hidup jangan di buat susah, jangan irih dan menyimpulkan serta menilai segala sesuatu hanya dari pandangan lahiria, (Ruslan DK 2026).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Poto-presiden-indonesia-targatpemburu-koruptor-ASN
presiden-indonesia-targatpemburu.com-antikoruptor-ASN
Logo ikatan wartawan online indonesia-targetpemburu
Media online targetpemburu.com bersama IWOI