TAKALAR, 19 September 2025 – Pengerjaan proyek jalan paving blok di lingkungan Damme, Kelurahan Patte’ne, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp87.659.309,00 dari Dana Alokasi Umum (DAU), kini menjadi sorotan tajam.
Investigasi tim wartawan pada 19 September 2025 menemukan sejumlah keganjalan serius yang mengarah pada dugaan pengerjaan tidak memenuhi standar mutu, bahkan berpotensi adanya markup anggaran.
Temuan di Lapangan Menguatkan Kekhawatiran Publik. Tim investigasi menemukan indikasi kuat bahwa kualitas konstruksi jalan paving blok tersebut dikhawatirkan tidak akan memiliki ketahanan jangka panjang. Kekhawatiran ini diperkuat dengan temuan retak pada bagian pondasi, padahal pengerjaan proyek masih dalam tahap berlangsung.
Selain masalah kualitas, volume pengerjaan proyek juga dinilai kurang jelas. Masyarakat menuntut adanya penjelasan detail mengenai kesesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disiapkan dan fakta pengerjaan di lapangan.
“Kami khawatir kualitas ketahanan bangunan ini tidak akan bertahan lama, mengingat temuan retak sudah terlihat di pondasi padahal ini masih dikerjakan,” ujar salah seorang anggota tim investigasi.
Upaya konfirmasi oleh wartawan kepada Lurah Patte’ne terkait perbandingan campuran semen dan pasir yang digunakan dalam proyek tersebut tidak diindahkan. Lurah Patte’ne memilih untuk tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan wartawan.
Sikap bungkam dari pihak Kelurahan ini semakin memperkuat dugaan di kalangan publik dan wartawan bahwa terjadi ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran. Tidak adanya transparansi dalam menjelaskan perbandingan material dan volume pengerjaan menimbulkan kecurigaan serius terhadap adanya dugaan markup anggaran dalam proyek yang dibiayai oleh uang rakyat ini.
Tim wartawan mendesak agar pihak Kelurahan Patte’ne segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai rincian RAB, volume pengerjaan, serta menjamin mutu proyek agar dana DAU yang telah dialokasikan benar-benar bermanfaat maksimal bagi masyarakat.










