Ruslan Pemuda Desa Yang Inspiratif, Melawan Arus Menyuarakan Kebenaran.

Di sudut Desa Banggae, Mangarabombang, Takalar, terukir kisah tentang seorang pemuda yang menjadikan Kebenaran sebagai kompas hidupnya, melebihi jabatan, kenyamanan, atau pengakuan. Dia adalah Ruslan Dg Kawang.

Seorang idealis, aktivis, dan seorang jurnalis. Ruslan bukan sekadar pengamat, melainkan pelaku sejarah yang berani menantang arus.
Setelah tujuh tahun mengabdikan diri di salahsatu koperasi simpan pinjam swasta dan dua tahun menjabat sebagai Sekretaris Desa, ia kini telah menyandang gelar paralegal, selain tengah menempuh perkuliahan S1. Hukum kini tengah menyusun skripsi S1 Pertanian di salahsatu perguruan tinggi swasta di kabupaten Takalar, institut teknologi pertanian (ITP). Ia tengah membuktikan bahwa integritas bukanlah sekadar kata-kata manis di spanduk. Di tengah struktur kekuasaan desa, ia mengimplementasikan kebijakan yang tegas berpihak pada kesetaraan masyarakat, membongkar kesenjangan, dan menuntut akuntabilitas.

Tindakannya adalah perwujudan langsung dari filosofi hidupnya yang mendalam: “Baik belum tentu benar, Buruk belum tentu tidak benar, namun kebenaran tidak akan merugikan siapapun namun apa yang mereka rasakan adalah buah dari tindakan mereka sendiri.”

Kebenaran sejati seringkali dianggap sebagai ancaman bagi mereka yang diselimuti egoisme dan kepentingan pribadi. Dalam lingkungan yang toksik, tindakannya dianggap membahayakan. Ketika ia dihadapkan pada pilihan untuk berkompromi dengan nuraninya atau kehilangan posisi, ia memilih jalan yang paling berharga.

Ruslan Dg Kawang dengan gagah mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan itu adalah deklarasi kemenangan spiritual. Ia mengajarkan kita bahwa kerugian terbesar bukanlah kehilangan posisi, melainkan kehilangan prinsip diri sendiri.

Namun, perjuangannya tidak berhenti. Ruslan Dg Kawang telah memperkuat misinya. Selain aktif sebagai Pimpinan Redaksi di salahsatu media online di indonesia, ia kini menyandang gelar Paralegal. Dengan bekal pengetahuan hukum, ia secara aktif melakukan pendampingan hukum bagi masyarakat yang menghadapi persoalan. Ia memastikan bahwa kebenaran yang ia suarakan kini memiliki landasan hukum yang kuat, membantu warga desa menghadapi ketidakadilan yang mungkin dahulu ia temui di birokrasi.

Inspirasi bagi Kita Semua. Kisah Ruslan Dg Kawang adalah cerminan konsistensi yang langka. Ia membuktikan bahwa tempat seorang idealis sejati bukanlah di balik meja kekuasaan yang korup, melainkan di garis depan perjuangan nurani dan keadilan.

Kepada siapapun yang sedang menghadapi konflik antara idealisme dan realitas: Ingatlah kisah Ruslan Dg Kawang. Kebenaran sejati tidak pernah merugikan. Ia hanya menyakitkan bagi mereka yang telah membangun hidupnya di atas kebohongan.


Jadilah seperti Ruslan Dg Kawang: Pilihlah kebenaran, kembangkan kompetensi, dan gunakan keduanya untuk melayani. Karena dalam ketidaknyamanan berjuang untuk kebenaran, terdapat kemuliaan abadi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Poto-presiden-indonesia-targatpemburu-koruptor-ASN
presiden-indonesia-targatpemburu.com-antikoruptor-ASN
Logo ikatan wartawan online indonesia-targetpemburu
Media online targetpemburu.com bersama IWOI