Tajam & Terpercaya

SPBU Panaikang Kab. Takalar Diduga Manipulasi Pengisian BBM Jenis Pertamax, Pengguna Lakukan Komplain
, , , , , ,

TAKALAR, 2 April 2026 – Sebuah insiden yang memicu dugaan adanya praktik manipulatif dalam pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di SPBU Panaikang, Kabupaten Takalar. Kejadian ini menimpa Daeng Nompo, sopir Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Takalar, saat melakukan pengisian BBM jenis Pertamax pada Kamis (02/04/2026).

Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat Daeng Nompo mengisi BBM untuk kendaraan dinas jenis Toyota Innova Hybrid keluaran terbaru. Namun, usai pengisian dilakukan, ia mendapati kejanggalan pada jarum indikator BBM di panel instrumen mobilnya.

Indikator Statis: Jarum spidometer/indikator BBM sama sekali tidak bergerak atau mengalami kenaikan posisi, baik sebelum maupun sesudah pengisian.

Dugaan Malfungsi Mesin SPBU: Daeng Nompo menduga kuat bahwa BBM yang dibayarkan tidak benar-benar masuk ke dalam tangki kendaraan.

Uji Pembuktian: Sebagai bentuk protes, ia meminta pihak SPBU melakukan pembuktian dengan mengisi kembali tangki mobil tersebut. Logikanya, jika pada pengisian kedua jarum bergerak naik, maka dapat dipastikan pengisian pertama bermasalah. Sebaliknya, jika tetap tidak bergerak, barulah indikator mobil yang dianggap rusak.

“Mobil ini baru setahun, kecil kemungkinan spidometernya rusak. Jika pada pengisian ulang jarumnya naik, berarti pihak SPBU harus bertanggung jawab atas pengisian pertama yang tidak masuk itu,” tegas Daeng Nompo.

Tanggapan Pihak SPBU
Merespons tudingan tersebut, Manager SPBU Panaikang, Ibu Wati Dg Pajja, menepis adanya unsur kesengajaan atau kerusakan pada sistem mereka. Ia menyatakan bahwa selama ini pihaknya rutin melakukan perawatan dan pengecekan teknis.

“Baru kali ini ada kejadian seperti ini. Seandainya ada masalah pada mesin pengisian kami, tentu sudah banyak pelanggan lain yang komplain. Mesin kami juga rutin dicek secara berkala untuk memastikan akurasi takaran,” jelas Wati Dg Pajja saat dikonfirmasi.

Desakan Penyelidikan oleh Aparat Penegak Hukum (APH)
Insiden ini memicu keresahan di tengah masyarakat Takalar. Muncul kekhawatiran mengenai adanya potensi “pengaturan” atau setting pada mesin pompa BBM yang tidak sesuai dengan angka yang tertera di layar monitor maupun struk pembelian.

Masyarakat kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait untuk: Melakukan Sidak: Memeriksa seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Takalar guna memastikan transparansi takaran.

Audit Independen: Menguji kembali mekanisme mesin pengisian untuk memastikan jumlah liter yang keluar sesuai dengan nominal rupiah yang dibayarkan.

Perlindungan Konsumen: Menindak tegas oknum jika ditemukan bukti adanya manipulasi yang merugikan masyarakat luas. Langkah tegas dari pihak berwenang sangat dinantikan untuk meredam spekulasi liar dan memberikan rasa aman bagi konsumen di Kabupaten Takalar.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *