Jeritan Sang Petani, Antara Pengorbanan dan di Korbankan.

Hari ini, kami bersuara di sini bukan sebagai pemohon, bukan sebagai pengemis, tapi sebagai pemilik sah lumbung pangan bangsa. Dengarkan suara kami! Ini adalah JERITAN TANAH YANG TERLUKA oleh janji-janji kosong dan ketidakadilan yang mendarah daging!

Kami, para petani, adalah mereka yang kulitnya terbakar oleh sengatan matahari, yang punggungnya tertikam cangkul, dan yang air matanya bercampur dengan lumpur di ladang. Kami adalah mereka yang berjuang di bawah bayang-bayang utang rentenir yang mencekik. Kami berkorban agar meja makan kalian terisi wahai para pejabat sebagai pelayan kami, agar negeri ini tidak kelaparan!
TETAPI, APA BALASAN YANG KAMI TERIMA?!

Saat panen tiba, hasil jerih payah kami—yang kami rawat dengan darah dan keringat—dipermainkan dengan harga yang tak masuk akal! Harga di tingkat petani adalah harga sampah! Harga di pasar adalah harga langit!
JURANG HARGA INI BUKAN KEBETULAN! Ini adalah ANATOMI PERAMPOKAN DI SIANG BOLONG!

Para oknum tak bermoral, para mafia pangan berdasi—mereka bebas menjarah hasil keringat kami, memanfaatkan regulasi yang tumpul dan penegasan yang nihil. Mereka menari di atas penderitaan kami!
MAKA KAMI BERTANYA, DI MANA KEBERADAAN KALIAN, WAHAI PELAYAN?!
Kalian dimana, para ASN yang digaji dari pajak kami?, Di mana kalian, para Pejabat yang difasilitasi mewah?

Kalian bersumpah untuk menyejahterakan rakyat! Tapi realitanya, di saat kami berjuang mati-matian, kalian duduk diam membiarkan rantai pasok kami dirusak oleh para penjahat ekonomi! Apakah sumpah jabatan itu hanya sandiwara? Apakah program-program pembangunan itu hanya slogan dan tagline manis yang tak pernah menjadi kenyataan?!

Kami bukan kuli, kami menuntut kesetaraan harga!
Kami muak diperlakukan sebagai warga kelas dua! Kami muak dikorbankan!

Anda melidungi bahkan membangun perusahaan-perusahaan besar, dan Anda membiarkan produk mereka melambung harganya tanpa batas. Mengapa hanya hasil pertanian kami yang harus selalu terjangkau? Mengapa kami yang harus selalu menanggung beban inflasi dan biaya produksi demi menjaga stabilitas yang palsu?!

Kami menuntut harga hasil pertanian kami diperlakukan SAMA, SEJAJAR, dan SE-PREMIUM hasil produksi perusahaan-perusahaan besar yang kalian lindungi dan banggakan!

Kami juga ingin sejahtera! Kami hanya ingin utang kami lunas! Kami hanya ingin hidup tentram di tanah kelahiran kami, tanpa perbudakan, tanpa pembodohan, tanpa dikorbangkan.

INI BUKAN HANYA SOAL UANG! INI SOAL HARGA DIRI, KEDAMIAN DAN KETENANGAN!
WAKTUNYA BUKTI NYATA! WAKTUNYA TEGAKKAN HUKUM! WAKTUNYA HENTIKAN PEMBODOHAN PETANI!
HIDUP PETANI! LAWAN KETIDAKADILAN!

Opini-publik-targetpemburu.com-sulawesi selatan republik indonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Poto-presiden-indonesia-targatpemburu-koruptor-ASN
presiden-indonesia-targatpemburu.com-antikoruptor-ASN
Logo ikatan wartawan online indonesia-targetpemburu
Media online targetpemburu.com bersama IWOI