
Dalam arahannya Ade Angga Ketua DPD Provinsi partai golkar ujarnya kepada kader dan insan pers, jajaran Partai Golkar menegaskan bahwa proses Musda mengedepankan prinsip musyawarah mufakat. Dari empat pelaksanaan sebelumnya, proses pergantian kepemimpinan disebut berlangsung tanpa pemilihan dan dilakukan secara aklamasi.
BATAM — Targetpemburu. Com. Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Batam yang dilaksanakan selasa, 25-08-26 di golden prawn bengkong, menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal partai sekaligus menyusun strategi dalam menghadapi Pemilu 2029.

Namun, tantangan yang lebih besar kini berada di depan mata. Partai Golkar Kota Batam memasang target untuk mempertahankan kursi yang ada sekaligus merebut kembali dua kursi DPRD Kota Batam yang sebelumnya hilang, khususnya dari daerah pemilihan (dapil) yang disebut sebagai dapil 5 dan dapil 6.

Target tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pekerjaan rumah utama Golkar Batam menuju Pemilu 2029.

“Dua kursi ini menjadi target kita di Pemilu tahun 2029,” demikian penegasan dalam agenda tersebut.
Untuk mewujudkan target itu, konsolidasi organisasi menjadi kunci. Golkar Batam menargetkan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) paling lambat 30 Oktober 2026, dilanjutkan dengan Musyawarah Kelurahan paling lambat 30 Desember 2026.
Dengan terbentuknya struktur kepengurusan baru di tingkat kecamatan hingga kelurahan, Golkar berharap muncul semangat baru dan mesin partai yang semakin solid di akar rumput.
Tak berhenti pada konsolidasi struktural, Partai Golkar juga mulai menyiapkan strategi politik jangka panjang. Pada awal 2027, partai berencana mulai mempersiapkan caleg bayangan di masing-masing dapil.
Langkah tersebut diharapkan membuat para fungsionaris dan calon legislatif potensial Golkar tidak bekerja secara mendadak menjelang pemilu, melainkan sudah membangun komunikasi dan kerja politik di tengah masyarakat sejak jauh-jauh hari.
Konsolidasi Ranting Jadi Pekerjaan Rumah
Pertanyaan mengenai seberapa kuat struktur Golkar hingga tingkat ranting juga menjadi perhatian.
Pihak Golkar menilai bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan dan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan dan kelurahan diharapkan mampu melahirkan struktur yang lebih aktif, solid, dan dekat dengan masyarakat.
Dengan struktur baru dan semangat baru, Golkar Batam optimistis mampu menghadapi pertarungan politik 2029.
Target merebut kembali dua kursi yang hilang tentu bukan pekerjaan ringan. Golkar harus memastikan konsolidasi tidak berhenti pada pergantian struktur dan rapat organisasi, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.
Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi. Namun bagi Golkar Batam, pertarungan itu tampaknya sudah mulai disiapkan dari sekarang.(YD)






Tinggalkan Balasan