
TANJUNGPINANG — Proses seleksi dan penempatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau kembali menjadi sorotan. Sejumlah pertanyaan publik muncul terkait transparansi, objektivitas, serta integritas sistem seleksi yang dinilai masih menyisakan tanda tanya.
Isu yang berkembang di tengah masyarakat pendidikan bahkan mengarah pada dugaan adanya praktik nepotisme dan kedekatan personal dalam proses penentuan jabatan kepala sekolah.
Jika benar bahwa faktor kedekatan lebih menentukan dibandingkan kompetensi, rekam jejak, integritas dan hasil seleksi, maka jargon tentang merit system patut dipertanyakan.
Publik tentu berhak bertanya: Apakah kepala sekolah dipilih karena memang layak dan berprestasi, atau karena memiliki akses kedekatan dengan pihak tertentu?
Ungkapan yang berkembang, “siapa dekat dia, dia dapat,” tentu sangat berbahaya apabila sampai menjadi persepsi umum. Sebab jabatan kepala sekolah bukanlah hadiah, bukan pula ruang untuk membangun jaringan kepentingan. Kepala sekolah merupakan posisi strategis yang menentukan kualitas pendidikan, budaya sekolah, kinerja guru hingga masa depan peserta didik.
Jangan Sampai Seleksi Hanya Formalitas
Seleksi yang dilakukan secara administratif dan melalui tahapan tertentu tidak otomatis menjamin prosesnya bebas dari intervensi. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana proses penilaian dilakukan, siapa yang memiliki kewenangan menentukan hasil akhir, serta apakah seluruh peserta memperoleh kesempatan yang benar-benar setara.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepri perlu membuka ruang klarifikasi secara terbuka. Apa indikator penilaian yang digunakan? Bagaimana mekanisme perangkingannya? Apakah hasil seleksi dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan kepada publik?
Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi proses seleksi yang terlihat profesional di atas kertas, tetapi hasil akhirnya justru menimbulkan kecurigaan.
Kompetensi Jangan Kalah oleh Kedekatan
Dunia pendidikan membutuhkan pemimpin sekolah yang memiliki kapasitas manajerial, integritas, kemampuan memimpin guru, serta keberpihakan kepada kepentingan peserta didik.
Jika seorang guru atau calon kepala sekolah memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik, tetapi harus kalah karena tidak memiliki “orang dekat”, maka sistem seperti itu berpotensi menghancurkan motivasi para tenaga pendidik.
Lebih parah lagi, jika budaya kedekatan benar-benar berkembang, maka pesan yang diterima para guru sangat buruk: bekerja keras dan berprestasi belum tentu cukup; yang penting adalah siapa yang dikenal dan siapa yang berada di belakang.
Dinas Pendidikan Jangan Alergi Kritik
Sorotan ini seharusnya tidak dianggap sebagai serangan terhadap institusi. Justru kritik publik merupakan kesempatan bagi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk membuktikan bahwa proses seleksi kepala sekolah memang berjalan secara transparan, objektif, profesional dan bebas dari nepotisme.
Kalau memang semuanya bersih, sederhana saja: buka mekanismenya, jelaskan indikatornya dan berikan ruang bagi publik untuk mengetahui prosesnya.
Sebaliknya, jika ada pihak yang merasa dirugikan atau menemukan indikasi ketidaksesuaian dalam proses seleksi, pemerintah daerah semestinya menyediakan kanal pengaduan yang independen dan dapat ditindaklanjuti.
Jangan sampai persoalan kepala sekolah berubah menjadi persoalan “siapa punya akses, siapa punya kuasa.”
Publik Menunggu Jawaban
Media meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau tidak diam terhadap isu yang berkembang. Klarifikasi diperlukan agar tidak muncul spekulasi liar dan ketidakpercayaan di kalangan tenaga pendidik.
Pendidikan tidak boleh dikelola dengan logika balas jasa, kedekatan atau kepentingan kelompok.
Kepala sekolah harus lahir dari proses yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan dari ruang belakang yang tidak diketahui publik.
Jika dugaan tersebut tidak benar, buktikan dengan transparansi.
Jika memang ada persoalan dalam sistem, benahi.
Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan seorang kepala sekolah, tetapi kepercayaan guru, masa depan sekolah dan kualitas pendidikan generasi Kepri.(YD)






Tinggalkan Balasan