ALLAH memerintahkan KITA berjamaah mengerjakan setiap hal KEBAIKAN. KEBAIKAN yang dimaksud adalah yang menurut ISLAM bukan menurut PRIBADI masing-masing.
Setiap perubahan peradaban ummat manusia terjadi, di dasarkan pada kehendak atau prilaku banyak orang, walaupun ada kehendak sebagian kecil orang, yang tidak didengarkan lantaran patokan kebanyakan Manusia hanya menilai dan memandang dari banyaknya pengikut/follower atau yanG lahiria serta penampilan, hanya sebagian kecil orang yang benar-benar memahami antara yang asli dan yang palsu, kenapa demikian? Itu karena hanya sebagian kecil yang benar-benar mau BELAJAR karena belajar itu melelahkan. Ketahuilah, semua itu hanya bisa di pahami hanya dengan ilmu dan merubahnya dengan tindakan yang nyata/realisasi.
Ilmu hanya bisa diperoleh dari kepekaan, empati dan kesadaran yang kemudian menciptakan kesungguhan dalam ikhtiar/usaha namun kepekaan atau perasaan tanpa ilmu adalah buta dan hanya akan menyesatkan serta menghancurkan. Jalani keyakinan dengan memaksimalkan usaha sesuai jangkauan. ALLAH tidak menilai suatu usaha/ikhtiar berhasil atau tidak, tapi DIA menilai suatu usaha/ikhtiar; apakah kita mengerjakan/menjalankan perintah tersebut atau tidak. Setelah berilmu dan mengetahui jangan terlalu yakin karena masih ada kehendak langit.
Yang terjadi saat ini boleh jadi karena kebungkaman orang-orang yang katanya berilmu tapi tidak berpengetahuan menyebabkan ia gagal paham yang kemudian berimbas pada tindakannya, setetes air yang terus-terus menetes tiada henti akan mampu menghancurkan batu yang besar lagi keras, perbuatan buruk sekelompok orang yang selalu di kerjakan secara berjamaah dan terus menerus akan mampu merubah peradaban manusia demikian sebaliknya_Karya tulis_RUSLAN DK 2026









