BATAM, targetpemburu.com – Puluhan warga RT 003/RW 001 Kelurahan Duriangkang menggelar aksi demonstrasi di Jalan S. Parman, tepat di depan Gedung Koperasi Desa, Senin (6/7/2026). Aksi ini dipicu oleh matinya aliran air bersih selama tujuh hari berturut-turut akibat pipa bocor yang terkena pengerjaan proyek pembangunan milik pemerintah.
Didampingi ketua RT setempat, warga menyampaikan keluhan terkait dampak buruk yang mereka rasakan. Krisis air ini melumpuhkan aktivitas harian warga karena tidak adanya pasokan air di rumah masing-masing untuk kebutuhan krusial seperti mandi, memasak, dan mencuci.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan warga mendesak respons cepat dari pemerintah dan dinas terkait. Mereka mempertanyakan lambatnya penanganan perbaikan yang sudah memakan waktu hingga satu minggu tanpa kejelasan.
“Kami butuh solusi cepat. Air adalah kebutuhan pokok. Mengapa sudah tujuh hari belum juga mengalir?” teriak salah satu warga dalam orasinya.
Tanggapan Pihak Pemerintah
Saat dikonfirmasi, Camat setempat menyatakan bahwa pihaknya terus mengawal proses penanganan masalah ini di lapangan.
“Kami terus memonitoring perbaikan pipa yang bocor tersebut. Sebagai langkah penanganan darurat, kami juga sudah mengirimkan bantuan satu mobil tangki air untuk warga yang terdampak,” ujar Camat.







Tinggalkan Balasan