Tajam & Terpercaya

Media Soroti Proyek Drainase Mangkrak di Duriangkang, Desak Aparat dan Pemerintah Bertindak
, , , , , , , ,

Batam – Targetpemburu.com – Proyek pembangunan drainase di Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, kembali menjadi sorotan publik. Hingga memasuki lebih dari tiga bulan sejak dimulai, proyek senilai lebih dari Rp1,5 miliar yang dikerjakan oleh CV. Dwi Lingga Buana dilaporkan belum menunjukkan progres pekerjaan yang berarti.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 34;

Kondisi tersebut memicu pertanyaan dari masyarakat terkait pengawasan proyek pemerintah, mengingat pembangunan drainase tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan banjir dan meningkatkan infrastruktur lingkungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, pihak pelaksana proyek disebut telah menerima pencairan anggaran sekitar 30 persen dari nilai kontrak. Namun hingga kini, aktivitas pekerjaan di lapangan disebut belum berjalan sebagaimana mestinya.

Situasi ini menjadi perhatian berbagai pihak. Media meminta pemerintah daerah, instansi terkait, serta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan, untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut apabila ditemukan dugaan pelanggaran terhadap ketentuan kontrak maupun penggunaan anggaran negara.

Selain diduga tidak menunjukkan progres pekerjaan, proyek tersebut juga disebut berdampak pada sejumlah pihak. Beberapa pekerja mengaku belum memperoleh kepastian terkait pekerjaan mereka. Di sisi lain, terdapat klaim dari pihak yang menyatakan bahwa pelaksana proyek masih memiliki kewajiban yang belum diselesaikan, seperti tunggakan biaya sewa tempat dan konsumsi bagi para pekerja. Klaim tersebut perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.

Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam terhadap proyek yang terbengkalai, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran publik yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan. Pengawasan yang ketat serta tindakan tegas dinilai penting agar proyek dapat segera diselesaikan atau dilakukan langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV. Dwi Lingga Buana maupun instansi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut terkait penyebab belum berjalannya pekerjaan.

(YD)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *