DESA BANGGAE,19 Oktober 2026 targetpemburu.com — Proyek pembangunan saluran drainase di Desa Banggae kabupaten Takalar mendadak jadi sorotan warga setempat. Pekerjaan fisik tersebut diduga kuat dikerjakan tidak sesuai standar konstruksi, mulai dari ukuran fisik bangunan hingga transparansi penggunaan anggaran.
Keluhan tersebut mencuat setelah salah satu warga setempat melaporkan temuan lapangan kepada redaksi media targetpemburu.com . Warga mempertanyakan transparansi proyek lantaran tidak adanya kejelasan terkait nilai anggaran, sumber dana, maupun detail volume pekerjaan.
Pondasi Menempel Bangunan Lama dan Penampang Sempit

Menurut keterangan warga yang memantau langsung di lokasi, proses pengerjaan drainase terkesan asal-asalan. Pemasangan dasar pondasi dinilai sangat minim dan tidak kokoh.
“Pemasangan dasar pondasi lebar bawahnya hanya sekitar 20 centimeter dan itu hanya menempel pada pondasi lama. Selain itu, lebar penampang atau bagian dalam drainase sangat sempit, tidak seperti ukuran standar fisik drainase pada umumnya,” ujar warga tersebut.
Warga mengkhawatirkan kualitas bangunan yang tidak memadai tersebut akan memicu kerusakan dalam waktu singkat.
Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan
Saat dikonfirmasi terkait aduan masyarakat tersebut, Kepala Desa Banggae mengaku kurang mengetahui secara detail perihal proyek yang sedang berjalan di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa proyek tersebut bukan bersumber dari Dana Desa (DD).
“Saya kurang mengetahui terkait proyek tersebut karena itu bukan Dana Desa. Lagipula, saya juga tidak terlalu dilibatkan dalam pekerjaan itu,” ungkap Kepala Desa.
Tanggapan PPK: Pekerjaan Masih Berlangsung
Di tempat terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kamal, membenarkan pernyataan Kepala Desa Banggae terkait sumber anggaran dan keterlibatan pemerintah desa. Menanggapi keluhan warga mengenai kualitas fisik pekerjaan, Kamal berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak kontraktor/pelaksana di lapangan.
“Iya (bukan dana desa). Nanti saya konfirmasi ke pelaksana proyeknya. Terima kasih atas laporannya, nanti akan kami cek di lapangan karena pekerjaan tersebut saat ini memang masih berjalan,” terang Kamal.
Harapan Masyarakat
Masyarakat setempat berharap seluruh proyek yang dibiayai oleh uang negara—baik APBD maupun APBN— harap dikerjakan sesuai dengan standar mutu dan spesifikasi teknis yang berlaku. Hal ini penting agar hasil pembangunan dapat bertahan lama serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Selain itu, pengerjaan yang sesuai standar juga dinilai penting untuk efisiensi kas negara. Jika proyek dikerjakan dengan kualitas baik, anggaran negara di tahun-tahun mendatang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur lain, tanpa harus terus-menerus membiayai perbaikan proyek yang sama.







Tinggalkan Balasan