Tajam & Terpercaya

Antara Sentralisasi dan Desentralisasi: Lingkaran Setan Kebijakan Publik
, , , , , , , , , , , ,

Oleh: Ruslan., SP., CPLA

Perjalanan tata kelola pemerintahan kita terus bergerak dalam sebuah siklus yang berulang: berpindah dari daerah ke pusat, lalu kembali lagi dari pusat ke daerah.

Pada mulanya, otonomi daerah dihadirkan atas nama pemerataan pembangunan, keadilan sosial, serta percepatan kesejahteraan masyarakat lokal. Namun dalam praktiknya, pelimpahan wewenang ini justru sering memicu maraknya penyalahgunaan kekuasaan oleh para pejabat dan kepala daerah. Fenomena ini melahirkan “raja-raja kecil” di daerah, yang tidak hanya menyalahgunakan anggaran, tetapi juga kerap melakukan intimidasi politik dan sosial terhadap masyarakat. Akibatnya, masyarakat kembali merasa tertindas, mengeluh, dan menyuarakan ketidakadilan.

Merespons jeritan masyarakat dan maraknya kasus korupsi lokal tersebut, pemerintah pusat mengambil langkah retraktif dengan menarik kembali berbagai kewenangan ke pusat melalui resentralisasi. Otonomi daerah pun perlahan mengikis dan seolah kehilangan marwahnya.

Namun, ketika kontrol pusat terlalu mendominasi, birokrasi daerah kembali menjadi kaku, lambat, dan tidak responsif terhadap kebutuhan khas masyarakat lokal. Kondisi ini lantas memicu kembali tuntutan untuk mengembalikan otonomi daerah secara penuh.

Pola ini berisiko menjadi lingkaran setan yang terus berulang (vicious cycle): jika otonomi penuh dikembalikan tanpa perbaikan sistemik, wewenang tersebut dipastikan akan kembali disalahgunakan oleh para pejabat daerah, masyarakat kembali terintimidasi, dan jeritan kekecewaan yang sama akan terdengar kembali.

Menginginkan sebuah harapan yang lebih baik di negeri ini Sepertinya sudah terlambat dan sangat sulit dilakukan karena semuanya harus di ulang dan di bangun dari awal, buat dulu pondasi dengan perbaiki mental Bangsa ini, yang lemah, serakah seperti binatang, santai seperti raja, cegegesan seperti balita dan banci serta ego yang tinggi, barulah kemudian masuk kepada tahap selanjutnya.

Comments

Satu tanggapan untuk “Antara Sentralisasi dan Desentralisasi: Lingkaran Setan Kebijakan Publik”

  1. Avatar vnno88

    Really impressed with the variety of options available here. Everything works perfectly on my mobile phone. Check out vnno88 for a great time.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *