BATAM – Target pemburu. Com, Kejuaraan Piala Soeratin 2026 di Provinsi Kepulauan Riau telah dimulai. Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian dan pertanyaan di kalangan pencinta sepak bola Batam: ke mana PS Batam?
PS Batam selama ini dikenal sebagai salah satu klub yang memiliki sejarah dan pernah ambil bagian dalam kompetisi Piala Soeratin. Bahkan, pada edisi sebelumnya PS Batam tercatat mengikuti ajang tersebut.
Namun pada Piala Soeratin tahun 2026, nama PS Batam tidak terlihat dalam informasi pertandingan yang saat ini tersedia, Padahal PS Batam yang diketuai umum Langsung oleh bapak Walikota batam Amsakar Achmad. Kondisi tersebut tentu menimbulkan tanda tanya besar bagi para pemerhati sepak bola di Kota Batam.
Ada apa dengan PS Batam?
Apakah ketidakhadiran PS Batam tahun ini berkaitan dengan persoalan Tim pengurus manajemen, persiapan tim, administrasi, pembinaan pemain muda, atau ada alasan lain?
Pertanyaan berikutnya juga tertuju kepada manajemen PS Batam. Mengapa klub yang selama ini menjadi salah satu bagian dari perjalanan sepak bola Batam justru tidak tampil pada kompetisi usia muda yang sangat penting bagi pembinaan pemain?
Piala Soeratin bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara. Ajang ini merupakan salah satu wadah penting bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan membuka peluang menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.
Karena itu, masyarakat dan para pencinta sepak bola Batam tentu berharap adanya penjelasan terbuka dari manajemen PS Batam mengenai kondisi klub dan alasan tidak berpartisipasinya PS Batam pada Piala Soeratin 2026.
Publik berhak bertanya:
Apa yang sebenarnya terjadi dengan PS Batam?
Mengapa tahun ini PS Batam tidak mengikuti Piala Soeratin?
Dan bagaimana arah pembinaan sepak bola PS Batam ke depan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu akan lebih jelas apabila manajemen PS Batam memberikan keterangan resmi kepada publik.
Catatan: tulisan ini merupakan pertanyaan dan sorotan terhadap kondisi sepak bola Batam, bukan tuduhan terhadap pihak tertentu. Klarifikasi dari manajemen PS Batam tetap diperlukan agar informasi yang beredar tidak menjadi spekulasi.(YD)







Tinggalkan Balasan