TAKALAR, SULAWESI SELATAN, 20/01/2026 – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Takalar kembali menuai sorotan tajam. Salah satu oknum pegawai dibagian pengurusan BPHTB bersikap arogan dan enggan mengerjakan dokumen yang telah diajukan bulan lalu sehingga masih mandek sampai hari ini. Sikap oknum yang demikian diduga karena sebelumnya telah diberitakan terkait pelayanannya yang dinilai tidak profesional.
Persoalan ini bermula ketika pengajuan berkas BPHTB yang telah dimasukkan sejak bulan lalu tidak kunjung diproses. Warga yang mengurus merasa dipersulit dan dipaksa bolak-balik tanpa kejelasan, yang memicu munculnya pemberitaan di media massa sebagai bentuk fungsi kontrol sosial.
Menanggapi keluhan awal, Kepala Bidang (Kabid) Bapenda Takalar sebelumnya sempat berjanji akan melakukan pembinaan terhadap staf yang bersangkutan. Bahkan, sang Kabid menyatakan akan mengambil alih penanganan berkas tersebut secara langsung guna mempercepat proses.
Namun, janji tersebut dinilai hanya “angin surga”. Hingga hari ini, berkas tersebut terpantau masih jalan di tempat.
“Seandainya saya tidak datang mempertanyakan kembali terkait berkas tersebut, kemungkinan sampai bertahun-tahun belum juga dikerjakan,” ujar Ruslan
Ruslan juga menyesalkan sikap oknum pegawai yang justru menunjukkan reaksi berlebihan atau marah saat dikritik melalui pemberitaan, bukannya melakukan evaluasi kinerja.
“Bagi Pelayan publik, tidak sepantasnya memiliki mentalitas seperti masyarakat awam yang anti-kritik. Tugas mereka adalah melayani, bukan marah dan bersikaf arogan dan intimidasi,” tegas Ruslan.
Kejadian ini menjadi catatan buruk bagi reformasi birokrasi di Kabupaten Takalar. Masyarakat berharap, Bupati Takalar atau instansi terkait segera mengevaluasi kinerja oknum-oknum di Bapenda yang dinilai menghambat pelayanan publik dan mencederai kemitraan dengan media.
Konfirmasi Kabid Bapenda Takalar kembali menyatakan permintaan maaf atas sikap anggotanya, dan berjanji akan melakukan pembinaan terhadap jajarannya, janji ini sama seperti kejadian kemarin.







Tinggalkan Balasan