Tajam & Terpercaya

Usai Bongkar Skandal Lapas, Ketua JAM Indonesia Sulsel Diduga Mendapat Teror Dari Oknum Tak Dikenal
, , , , , ,

MAKASSAR, 20 Juni 2026 – Upaya Jaringan Aktivis Milenial Indonesia (JAM Indonesia) dalam membongkar dugaan praktik ilegal di Lapas Kelas I Makassar dan Lapas Kelas IIA Palopo berujung pada dugaan intimidasi.

Ketua Wilayah JAM Indonesia Sulsel, Adhy Nuryadin, mengaku menerima serangkaian ancaman serius melalui pesan singkat dan pesan suara WhatsApp (WA) pasca-ekspos kasus tersebut ke media.

Adhy mengungkapkan bahwa salah satu ancaman yang paling mencolok datang dari seseorang inisial “RT” yang mengatasnamakan diri sebagai organisasi masyarakat inisial “L” Dalam pesan suara yang dikirimkan, pelaku dengan nada mengintimidasi melontarkan ancaman bernuansa peringatan keras dalam logat Makassar.

“Mauko main-main dek, mauko main keras-keras, saya tahuko dek, ya” (Apakah kamu ingin bermain-main, dik? Apakah kamu ingin bermain keras-keras? Saya tahu siapa kamu, ya). adhy menjelaskan waktu awal komunikasi dengan dia komunikasi sya bagus, entah kenapa berjlannya waktu dia mulai ancam-ancam saya dan mengintimidasi bahkan mengintervensi.

Adhy Nuryadin mengakui bahwa serangkaian teror tersebut menimbulkan rasa khawatir dan ketakutan bagi dirinya serta keluarganya. Ia menduga kuat bahwa intimidasi ini merupakan upaya sistematis dari oknum-oknum yang merasa terganggu oleh pengungkapan skandal narkoba dan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh organisasinya di dua lapas tersebut.

“Ancaman ini datang tepat setelah saya mengunggah dan menyuarakan temuan skandal di Lapas Kelas I Makassar dan Lapas Kelas IIA Palopo. Apabila pihak lapas merasa apa yang saya sampaikan kepada pihak media tidak benar, kenapa pihak lapas tidak melakukan upaya hukum,” ujar Adhy, Sabtu (20/06/2026).

Lanjut mengatakan, Kuat dugaan pengancaman ini dilakukan oleh oknum-oknum yang terlibat dalam praktik kotor di dalam lapas untuk membungkam gerakan kami

JAM Indonesia memandang tindakan intimidasi ini sebagai bentuk arogansi oknum yang mencoba menutupi pelanggaran hukum di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Meskipun di bawah tekanan ancaman, Adhy Nuryadin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur untuk menuntut penegakan hukum yang transparan dan bersih di lingkungan pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

Pihak JAM Indonesia berencana akan melaporkan tindakan pengancaman ini kepada pihak kepolisian guna memberikan jaminan keamanan bagi aktivis yang menyuarakan kebenaran, sekaligus meminta agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas siapa di balik sosok yang mengatasnamakan Ormas inisial “L” tersebut.

Konfirmasi pihak kalapas Palopo menyatakan apa yang di ungkapkan Adhy Nuryadin sama sekali tidak benar dan mengenai ancaman tersebut pihak kalapas tidak tahu menahu, tuturnya. Hal yang sama di ungkapkan perwakilan lapas kelas 1 Makassar, pardal.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *