Tajam & Terpercaya

Sartono, SH, MH tokoh masyarakat sungai pelungut minta evaluasi SPMB SMK 5 batam, soroti dapur MBG dan desak pengembangan sekolah kembali mengacu pada master plan awal
, , , , , , , , , , , ,

Tokoh masyarakat Sungai Pelunggut, Saptono, SH., MH, menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMK Negeri 5 Batam yang dianggap belum sepenuhnya mengakomodasi anak-anak dari lingkungan sekitar. Beliau menekankan bahwa akses pendidikan yang lebih dekat seharusnya menjadi tujuan utama pembangunan SMK tersebut, dan mendesak evaluasi kuota SPMB berdasarkan domisili sekitar sekolah.

Saptono menyatakan bahwa keberadaan SMKN 5 Batam semestinya menyediakan akses pendidikan yang lebih mudah bagi warga sekitar. Menurutnya, penataan kuota SPMB perlu mempertimbangkan keseimbangan antara aspirasi keluarga lokal dan kebutuhan akademik siswa secara nasional. Dalam pandangan beliau, evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi dan penetapan kuota dapat mendorong partisipasi anak-anak dari lingkungan sekitar tanpa mempersempit peluang siswa berprestasi dari daerah lain.

Selain SPMB, Saptono membahas rencana pembangunan dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di lingkungan SMKN 5 Batam. Beliau menyatakan dukungan terhadap inisiatif MBG sebagai upaya peningkatan gizi dan kesejahteraan murid, namun mempertanyakan penempatan fasilitas tersebut terkait penggunaan lahan sekolah. Pembahasan ini menekankan pentingnya perimbangan antara kebutuhan program kesejahteraan murid dengan pemanfaatan lahan sekolah secara optimal.

Saptono menjelaskan bahwa SMKN 5 Batam memiliki lahan mencapai hampir lima hektare. Sejak awal, arah pengembangan sekolah telah mengacu pada master plan tertentu yang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan komunitas sekitar. Ketersediaan lahan yang luas seharusnya memungkinkan penyusunan fasilitas pendukung tanpa mengganggu fungsi utama sekolah. Oleh karena itu, beliau menyerukan transparansi dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan master plan guna memastikan bahwa pembangunan infrastruktur selaras dengan tujuan awal didirikannya sekolah tersebut.

  • Evaluasi komprehensif terhadap kebijakan SPMB dengan memasukkan mekanisme penyesuaian kuota berdasarkan domisili lingkungan sekitar, tanpa mengorbankan standar seleksi berdasar prestasi.
  • Pemantauan penggunaan lahan untuk fasilitas MBG agar sesuai dengan perencanaan tata ruang sekolah dan kebutuhan murid.
  • Pelibatan warga sekitar dalam proses perencanaan jangka panjang mengikuti master plan yang telah disepakati, guna menjaga akuntabilitas dan transparansi pembangunan.
  • Peninjauan berkala terhadap dampak kebijakan SPMB dan MBG terhadap aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak di sekitar SMKN 5 Batam.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *