TAKALAR, 24 Juli 2026 – Resah dan terancam. Begitulah kondisi warga Desa Kalukubodo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, atas aktivitas pertambangan pasir yang kian masif di wilayah pemukiman mereka.
Berdasarkan laporan dan informasi yang diterima oleh Redaksi Media Target Pemburu dari warga setempat pada Kamis hingga Jumat (23-24/07/2026), aktivitas pengerukan pasir tersebut dilakukan pada malam hari. Penambangan diketahui menggunakan beberapa unit pompa mesin berkapasitas besar dengan daya hisap yang diperkirakan mencapai radius 300 meter.
Operasional tambang dilaporkan berlangsung mulai pukul 20.00 WITA hingga 03.00 WITA dini hari.
“Aktivitas ini sangat mengkhawatirkan. Pemukiman kami berada tepat di pesisir dekat laut. Jika material pasir terus-menerus diangkut keluar, kami takut permukaan tanah menyusut dan amblas. Cepat atau lambat, air laut bisa menggenangi rumah-rumah warga,” ungkap salah seorang perwakilan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Informasi dari warga juga menyebutkan dugaan bahwa salah satu pemilik lahan yang dijadikan lokasi pertambangan tersebut merupakan seorang oknum Kepala Dinas (Kadis) yang aktif menjabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.
Di sisi lain, pihak Pemerintah Desa Kalukubodo menegaskan bahwa aktivitas tambang tersebut sama sekali tidak memegang izin operasional maupun pemberitahuan resmi. Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kalukubodo membenarkan bahwa pihak pengelola pertambangan tidak pernah melakukan koordinasi, apalagi meminta izin dari Pemerintah Desa setempat.
Ketiadaan tindakan tegas dari dinas/instansi terkait—khususnya pihak yang menangani perizinan serta lingkungan hidup—membuat masyarakat bingung dan kecewa. Pembiaran terhadap potensi kerusakan lingkungan pesisir ini dinilai mengabaikan keselamatan warga jangka panjang.
Masyarakat Desa Kalukubodo mendesak Pemerintah Kabupaten Takalar, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menghentikan aktivitas pertambangan tersebut sebelum dampak abrasi atau penurunan tanah menimpa permukiman warga.
Hingga siaran pers ini dipublikasikan, Tim Redaksi Media Target Pemburu masih terus berupaya mengumpulkan informasi lebih lanjut, mengklarifikasi dokumen, serta melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk oknum pejabat yang diduga terlibat dan instansi penegak hukum.







Tinggalkan Balasan