Tajam & Terpercaya

Ikatan alumni universitas bung karno IKA UBK, Mengecam dan mengutuk keras oknum Mahasiswa BEM yang menerima uang dari pihak tertentu

Tergetpemburu. Com- Ikatan Alumni Universitas Bung Karno (IKA UBK) mengecam dan mengutuk keras tindakan oknum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang telah menerima uang dari pihak tertentu agar memindahkan demonstrasinya dari istana presiden ke gedung DPR-RI.

Ketua Umum (Ketum) IKA UBK, Indra Guru Roosmono (Ndu), mengungkapkan bahwa hal itu telah merusak nilai-nilai perjuangan gerakan mahasiswa yang seharusnya didasari atas perjuangan aspirasi rakyat. “Melihat situasi yang terjadi di Universitas Bung Karno, saya secara pribadi maupun sebagai Ketum IKA UBK sangat mengecam oknum mahasiswa yang menciderai demokrasi yang sedang di gulirkan oleh seluruh mahasiawa lndonesia tersebut”.


Selaku alumni UBK, Ndu mengaku menyesali dan sangat prihatin dengan kejadian ini. Untuk itu, lanjut Ndu, IKA UBK akan segera menggelar pertemuan sejumlah pihak terkait.


“Tentunya kami semua sangat prihatin atas kejadian ini, kami dari alumni terus melakukan konsolidasi menyeluruh bersama Rektorat Universitas Bung Karno dan seluruh pihak terkait menyikapi kejadian ini, kami juga sudah mendapatkan klarifikasi dari pihak kampus UBK dan kami sangat menyambut positif dan mendukung keputusan tersebut” ujarnya.


Seperti diketahui, sebelumnya Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta usai demo bertemu Wapres Gibran Rakabuming, Senin 15 Juni 2026. Uang tersebut diduga berkaitan dengan rencana pemindahan titik aksi mahasiswa UBK di Istana Presiden,

Jakarta Pusat. Pengakuan tersebut disampaikan dalam forum klarifikasi yang digelar mahasiswa pada Senin 22 Juni 2026 malam. Dalam forum itu, Abdimudin menjelaskan bahwa uang Rp20 juta dibagikan kepada tujuh orang. Ia menerima Rp6 juta, sedangkan sisanya dibagikan kepada sejumlah pengurus BEM dan pihak lain.


Abdimaludin merinci penerima dananya, yaitu Wakil Ketua BEM FH Rafli Maulana Akbar, Ketua BEM FE Pujiono, Wakil Ketua BEM FE Rafli Bastian, Mubarak Fosamu, serta dua nama yang disebut sebagai senior organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yakni Amiruddin Emon dan Syafruddin Eno.


Atas kejadian tersebut di atas dan mengikuti perkembangannya, maka ada hal penting yang harus dilakukan dengan segera. Pertama, menyesalkan dan mengecam setiap bentuk penghianatan terhadap amanat perjuangan mahasiswa dan segala tindakan yang menciderai independensi gerakan mahasiswa Indonesia.

Untuk itu kami meminta maaf kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat Indonesia atas pencideraan tersebut.

Kedua, IKA-UBK menolak dan mengutuk keras politik transaksional dalam gerakan mahasiswa Indonesia, maka Sesuai dengan tingkat keterlibatannya, pelaku harus diberikan sanksi tegas baik administratif maupun moril, apabila terbukti transaksional, maka kampus harus mengambil sikap tegas kepada pelaku, karena sudah melukai dan menyakiti seluruh mahasiswa, civitas dan alumni di kampus UBK bahkan mahasiswa kampus lain di Indonesia.

Ketiga, IKA-UBK menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban moral pelaku untuk memberikan klarifikasi secara terbuka, jujur, dan bertanggung jawab kepada civitas akademika serta masyarakat luas guna menghindari berkembangnya spekulasi yang merugikan institusi maupun gerakan mahasiswa secara keseluruhan.

Kami tetap berterima kasih atas klarifikasi kepada seluruh pihak baik kampus, mahasiswa, teman-teman alumni dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian ini.

Yang terakhir, IKA-UBK tetap mengajak seluruh mahasiswa kembali menjadi Kekuatan Moral, Kekuatan Intelektual dan, Kekuatan Kontrol Sosial Bangsa Indonesia yang memiliki idealisme, keberanian, dan integritas, serta pemikiran-pemikiran cerdas lainnya yang didukung dengan kecakapan sikap.


“Kami menegaskan kembali demokrasi kerakyatan sebagai arah perjuangan gerakan mahasiswa yang ditujukan untuk kepentingan rakyat Indonesia secara luas, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu dengan titipan-titipan maksud tertentu. Marwah gerakan mahasiswa tidak boleh diperjualbelikan. Demokrasi harus dirawat dengan integritas, keberanian, dan tanggung jawab moral.” Ujar Ndu.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *