BATAM — Target pemburu. Com. Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (DPP PKSS) menggelar Dialog Wawasan Kebangsaan di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menjaga karakter, moral, etika, dan jati diri generasi penerus bangsa.

Dialog tersebut menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya Prof. Dr. HM. Soerjo Respati ono, SH, MH, MM, Irjen Pol. (Purn.) Yan Fitri Halimansyah, MH, kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.
Dalam dialog tersebut, para narasumber menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai fondasi dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, etika, moral, serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Wawasan kebangsaan dinilai tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, selain itu juga HKTI ikut serta hadir dalam kegiatan tersebut, sekaligus mengawal wakil gubernur.


Kegiatan ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat. Penguatan pendidikan karakter dinilai menjadi salah satu langkah penting agar generasi penerus tetap memiliki identitas dan jati diri sebagai anak bangsa.
Para tokoh yang hadir mendorong agar pendidikan mengenai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, moral, etika, dan wawasan kebangsaan terus diperkuat, termasuk melalui lingkungan keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga kehidupan bermasyarakat.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura dalam kesempatan tersebut turut menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau. Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah dan bangsa.
Sementara itu, Prof. Dr. HM. Soerjo Respati ono, SH, MH, MM dan Irjen Pol. (Purn.) Yan Fitri Halimansyah, MH turut memberikan pandangan mengenai pentingnya membangun karakter dan kesadaran kebangsaan sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Dialog Wawasan Kebangsaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat diteruskan kepada pemerintah sebagai bahan penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
Penguatan wawasan kebangsaan menjadi semakin penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045, yakni generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan sejahtera, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, persatuan, gotong royong, serta jati diri bangsa.
“Menjaga karakter anak bangsa berarti menjaga masa depan Indonesia.”







Tinggalkan Balasan