
BATAM — Target pemburu. Com
Puluhan warga Teluk Mata Ikan dan Kapling Sambau, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, menggelar aksi demonstrasi di depan pintu masuk Nongsa Digital Park (NDP), Senin (5/10/2026). Warga memprotes terganggunya aliran air yang hingga siang hari belum kunjung mengalir ke permukiman mereka.

Aksi tersebut didominasi kaum ibu-ibu yang membawa berbagai perlengkapan penampungan air, mulai dari ember, galon hingga wadah lainnya. Mereka bertahan sejak pagi hingga siang hari karena pasokan air melalui mobil tangki yang sebelumnya dijanjikan belum juga tiba.

Dalam aksi tersebut, warga meminta adanya kepastian dari pihak pengelola air mengenai kapan pelayanan air bersih kembali normal.
Aksi warga turut didampingi oleh Lurah Sambau, Kapolsek Nongsa beserta jajaran kepolisian. Aparat melakukan pengamanan untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan kondusif.

Produksi IPAM Mengalami Gangguan
Sementara itu, Manager Air Batam Hilir (ABH) menjelaskan bahwa gangguan pasokan air terjadi akibat turunnya produksi pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM). Kondisi tersebut berdampak terhadap pelayanan air bersih bagi masyarakat Kelurahan Sambau dan wilayah sekitarnya.

Selain itu, kondisi Danau Sambau yang mengalami kekeringan turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan air baku.
Sebagai solusi, pihak pengelola menyampaikan bahwa mulai hari ini akan dilakukan interkoneksi sistem air dari Duriangkang yang diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan pasokan air di wilayah tersebut.
Untuk solusi jangka pendek, pihak ABH juga menjanjikan pendistribusian delapan mobil tangki air ke wilayah terdampak. Pendistribusian tersebut mendapat pengawalan dari Kapolsek Nongsa beserta jajarannya.
Sempat Terjadi Ketegangan
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi ketegangan antara warga dengan sejumlah pekerja di kawasan Data Centre. Warga sempat meminta agar para pekerja tidak masuk ke area tempat mereka bekerja sebelum pihak pengelola air memberikan kepastian terkait distribusi air.
Setelah mendapatkan penjelasan serta jaminan dari pihak pengelola bahwa pasokan air ditargetkan kembali mengalir dalam waktu 24 jam, warga akhirnya membubarkan diri secara tertib.
Warga berharap janji tersebut dapat segera direalisasikan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Teluk Mata Ikan, Kapling Sambau dan wilayah sekitarnya kembali terpenuhi.
(Yd)






Tinggalkan Balasan